1. Analisa Keterkaitan ke Belakang
Analisa keterkaitan ke belakang digunakan untuk mengukur kemampuan suatu sektor dalam mendorong pertumbuhan produksi sektor-sektor lain yang memakai input dari sektor tersebut. Jika output sektor tertentu meningkat maka akan mendorong peningkatan output sektor-sektor lainnya. Hal ini terjadi karena peningkatan output suatu sektor akan meningkatkan permintaan input sektor tersebut. Padahal input sektor tersebut bisa berasal dari sektor itu sendiri ataupun dari sektor yang lain sehingga peningkatan suatu sektor juga akan meningkatkan permintaan output sektor lainnya. Begitu seterusnya hingga terjadi keterkaitan antar sektor yang bersumber dari mekanisme penggunaan input produksi.
Dalam analisa keterkaitan ke belakang bisa dijabarkan menjadi keterkaitan ke belakang langsung, keterkaitan ke belakang tidak langsung dan keterkaitan ke belakang total. Keterkaitan ke belakang langsung terjadi jika peningkatan permintaan akhir suatu sektor maka akan terjadi peningkatan penggunaan input produksi sektor tersebut secara langsung. Peningkatan penggunaan input tersebut adalah peningkatan total output karena total input sama dengan total input. Besarnya keterkaitan ke belakang langsung suatu sektor dapat dilihat dari besarnya penjumlahan nilai kolom suatu sektor pada matriks teknologi. Berdasarkan Tabel 1. dapat dilihat bahwa 5 (lima) sektor yang memiliki keterkaitan ke belakang langsung terbesar adalah sektor 20 : bank sebesar 0,4283; sektor 21 : lembaga keuangan bukan bank sebesar 0,3296; sektor 10 : air bersih sebesar 0,3079; sektor 15 : angkutan jalan raya sebesar 0,2815 dan sektor 8 : industri sebesar 0,2669. Keterkaitan ke belakang langsung sektor 20 sebesar 0,4283 artinya adalah jika terjadi peningkatan satu rupiah output sektor 20 maka akan terjadi peningkatan input sebesar 0,4283 rupiah dari sektor yang menyediakan input secara langsung termasuk dari sektor 20 sendiri.
Analisa Keterkaitan ke Belakang Perekonomian Madura Tahun 2008
| No | Sektor | Keterkaitan ke Belakang | |
| Langsung | Total | ||
| 1 | Tanaman Bahan Makanan | 0.1359 | 1.1607 |
| 2 | Tanaman Perkebunan | 0.0902 | 1.1132 |
| 3 | Peternakan dan Hasil-hasilnya | 0.0965 | 1.1153 |
| 4 | Kehutanan | 0.0539 | 1.0672 |
| 5 | Perikanan | 0.1761 | 1.2152 |
| 6 | Minyak dan Gas Bumi | 0.1228 | 1.1402 |
| 7 | Penggalian | 0.0844 | 1.1045 |
| 8 | Industri | 0.2669 | 1.3151 |
| 9 | Listrik dan Gas | 0.2296 | 1.2863 |
| 10 | Air Bersih | 0.3079 | 1.4270 |
| 11 | Bangunan | 0.2057 | 1.2392 |
| 12 | Perdagangan Besar & Eceran | 0.1098 | 1.1447 |
| 13 | Hotel | 0.1362 | 1.1629 |
| 14 | Restoran | 0.1773 | 1.2109 |
| 15 | Angkutan Jalan Raya | 0.2815 | 1.3469 |
| 16 | Angkutan Laut | 0.2161 | 1.2675 |
| 17 | Angkutan Sungai, Danau & Penyebrangan | 0.1870 | 1.2296 |
| 18 | Jasa Penunjang Angkutan | 0.0129 | 1.0162 |
| 19 | Komunikasi | 0.1084 | 1.1378 |
| 20 | Bank | 0.4283 | 1.6021 |
| 21 | Lembaga Keuangan Bukan Bank | 0.3296 | 1.4464 |
| 22 | Real Estate | 0.1123 | 1.1491 |
| 23 | Jasa Perusahaan | 0.2425 | 1.3113 |
| 24 | Pemerintahan Umum | 0.2277 | 1.2854 |
| 25 | Jasa Sosial Kemasyarakatan | 0.1717 | 1.2067 |
| 26 | Jasa Hiburan & Rekreasi | 0.1875 | 1.2298 |
| 27 | Jasa Perorangan & Rumahtangga | 0.1841 | 1.2230 |
Sumber : Hasil Pengolahan, 2011
Keterkaitan ke belakang tidak hanya memiliki efek langsung saja namun juga memiliki efek tidak langsung dari penambahan output suatu sektor. Besarnya keterkaitan ke belakang tidak langsung bisa dilihat dari besarnya keterkaitan ke belakang total karena didalamnya terdiri atas efek langsung dan tidak langsung. Besarnya keterkaitan ke belakang total ditunjukkan dengan besarnya nilai kolom suatu sektor pada matriks kebalikan Leontief. Berdasarkan Tabel 1. dapat ditunjukkan bahwa 5 (lima) sektor yang memiliki keterkaitan ke belakang total terbesar adalah sektor 20 : bank sebesar 1,6021; sektor 21 : lembaga keuangan bukan bank sebesar 1,4464; sektor 10 : air bersih sebesar 1,4270; sektor 15 : angkutan jalan raya sebesar 1,3469 dan sektor 8 : industri sebesar 1,3151. Besarnya nilai keterkaitan ke belakang total memiliki nilai lebih dari satu karena didalamnya juga memperhitungkan perubahan input dari suatu sektor yang dimaksud. Keterkaitan ke belakang total sektor 20 sebesar 1,6021 artinya adalah jika terjadi peningkatan satu rupiah output sektor 20 maka akan terjadi peningkatan input total sebesar 1,6021 rupiah dari sektor yang menyediakan input termasuk dari sektor 20 sendiri.
Sektor 20 : bank dan sektor 21 : lembaga keuangan bukan bank memiliki nilai keterkaitan yang ke belakang yang tinggi menunjukkan bahwa sektor tersebut mampu menarik perekonomian Madura melalui penyediaan dana bagi masyarakat yang bisa digunakan untuk proses produksi. Meskipun dalam struktur PDRB peran sektor 20 dan sektor 21 hanya menyumbang 1,3% namun cukup mampu menarik produksi sektor lain. Semakin besar nilai keterkaitan ke belakang suatu sektor maka akan semakin besar pula kemampuan sektor tersebut untuk menarik produksi sektor lainnya melalui penyediaan input.
Keterkaitan ke belakang sektor lingkup pertanian sangat rendah. Hal ini disebabkan oleh sektor lingkup pertanian sebagai sektor primer sehingga sangat minim kebutuhan penggunaan input dari sektor lainnya. Kebutuhan input sektor lingkup pertanian berupa pupuk, bibit, benih, pestisida, obat ternak serta alat mesin pertanian. Dengan semakin kecil penggunaan input yang masuk ke sektor lingkup pertanian maka semakin kecil pula nilai keterkaitan ke belakang. Sektor yang paling memiliki keterkaitan ke belakang yang kuat dengan sektor lingkup pertanian adalah sektor 12 : perdagangan besar dan eceran serta sektor 8 : industri. Hal ini menunjukkan input produksi dari sektor lingkup pertanian banyak diperoleh dari perdagangangan serta yang merupakan hasil produksi industri. Semakin besar nilai keterkaitan ke belakang sektor pertanian maka semakin besar pula sektor 12 dan sektor 8 menghasilkan output sebagai sektor lingkup pertanian.
Sektor 8 : industri memiliki keterkaitan ke belakang yang besar menunjukkan bahwa semakin banyak input yang dibutuhkan untuk menghasilkan output. Sektor yang memiliki keterkaitan yang kuat dengan sektor 8 adalah sektor lingkup pertanian. Hal ini menunjukkan bahwa banyak industri yang berkembang di Madura yang menggunakan input dari sektor pertanian seperti industri keripik, serta industri makanan lainnya. Selain itu sektor lain yang memiliki keterkaitan ke belakang yang kuat dengan sektor 8 adalah sektor 12 : perdagangan besar dan eceran. Hal ini menunjukkan bahwa banyak input sektor 8 yang diperoleh dari hasil sektor perdagangan. Semakin besar output produksi sektor 8 maka akan semakin besar pula input yang dibutuhkan yang berasal dari sektor lingkup pertanian dan sektor 12 : perdagangan besar dan eceran.
Oleh karena itu, hasil analisa keterkaitan ke belakang perekonomian Madura tahun 2008 bisa dijadikan strategi dalam pembangunan perekonomian Madura.
No comments:
Post a Comment