Bank Indonesia beberapa waktu yang lalu menurunkan suku bunga kredit acuan sebanyak 25 poin dari 6,00% menjadi 5,75%. Alasannya adalah fondasi perekonomian Indonesia yang semakin baik serta bermaksud untuk mendorong pertumbuhan investasi karena semakin rendah suku bunga kredit maka investasi akan semakin besar. Penurunan suku bunga tersebut diharapkan juga menurunkan suku bunga kredit bank komersial hingga mencapai 7,00-8,00% sehingga tujuan penurunan suku bunga kredit benar tercapai.
Koperasi Andini Jaya Bangkalan di dalam Rencana Kerja tahun 2012 telah menetapkan suku bunga kredit sebesar 15% sama seperti tahun 2011. Apakah suku bunga tersebut kompetitif dibandingkan dengan suku bunga bank komersial? Berapakah suku bunga yang kompetitif bagi Koperasi Andini Jaya?
Sejak menjadi anggota Koperasi Andini Jaya pada tahun 2006 maka penurunan suku bunga kredit terjadi satu kali yaitu pada 2011 dimana suku bunga kredit turun dari 18% menjadi 15%. Penurunan itu sebagai respon dari tingginya perbedaan suku bunga koperasi dengan suku bunga bank yang mencapai 7-8% sehingga banyak anggota koperasi yang lebih memilih meminjam di bank dibandingkan dengan koperasi serta penurunan omzet kredit koperasi pada 2011. Agar anggota koperasi tetap memanfaatkan kredit di koperasi maka tahun 2011 itulah suku bungan turun. Sebagai informasi bahwa saat itu suku bunga kredit acuan BI sebesar 6,50%.
Penurunan suku bunga kredit sebanyak 3% di tahun 2011 ternyata memberikan dampak yang cukup baik bagi koperasi. Omzet kredit naik hingga 90 juta rupiah dari 401 juta pada 2010 menjadi 491 juta pada 2011. Kenaikan omzet tersebut juga dibarengi dengan kenaikan provisi dari 4,8 juta pada 2010 menjadi 5,5 juta pada 2011. Dua indikator ini menunjukkan bahwa penurunan suku bunga kredit menyebabkan anggota koperasi bergairah untuk meminjam di koperasi sehingga omzet koperasi dan pendapatan dari provisi meningkat. Disisi lain, Pendapatan dari jasa kredit tahun 2011 relatif sama dibandingkan tahun 2010 yaitu sebesar 115 juta rupiah walaupun suku bunga diturunkan. Hal ini menunjukkan bahwa penurunan suku bunga kredit tidak memberikan pengaruh pengurangan penerimaan koperasi. Penurunan suku bunga kredit diimbangi peningkatan omzet sehingga penerimaan jasa kredit relatif stabil.
Dengan suku bunga kredit acuan BI tahun 2012 sebesar 5,75% dan suku bunga bank komersial akan ditekan hingga 7-8% maka suku bunga kredit koperasi sebesar 15% menjadi kurang kompetitif lagi. Penurunan omzet koperasi seperti pada tahun 2010 akan mungkin terjadi lagi di 2012. Margin suku bunga kredit yang tinggi antara koperasi dan bank komersial menjadi penyebab anggota lebih memilih meminjam di bank komersial.
Sepertinya perlu dikaji lebih jauh lagi kemungkinan penurunan suku bunga kredit koperasi menjadi 12%. Selain penurunan suku bunga kredit acuan dan bank komersial plus inflasi tahun 2011 yang hanya 3,75% maka suku bunga kredit koperasi sebesar 12% menjadi kompetitif dan layak dipertimbangkan. Jika itu terjadi maka kenaikan omzet akan pasti terjadi dan penurunan pendapatan dari jasa kredit relatif tidak besar. Memang diperlukan tambahan modal untuk mengantisipasi kenaikan omzet kredit USP dan menjaring modal anggota adalah pilihan yang pas. Jika penurunan suku bunga kredit tidak diimbangi dengan kenaikan modal maka antrian peminjam akan kembali terjadi dan ini bisa menjadi alasan lain yang menyebabkan anggota akan meminjam ke bank.
No comments:
Post a Comment